Harta Berlimpah Tapi Anak Hancur? Sinopsis Lorong Waktu Jilid 2 Episode 6: Kisah Candra dan Hutang Bang Hafid

RUANGBICARA.co.id – Siapa yang tidak rindu dengan petualangan Zidan dan Haji Husin menembus dimensi waktu?

Dalam cuplikan terbaru Lorong Waktu Jilid 2 Episode 6, penonton disuguhkan drama yang menguras air mata sekaligus memberi teguran keras bagi para orang tua. Tidak hanya soal petualangan, episode ini juga membawa pesan mendalam tentang “bayaran” dari sebuah kelalaian.

BACA JUGA: Tiyo Ardianto Sebut MBG ‘Makanan Beracun Gratis’

Kisah berawal dari sebuah keluarga kaya raya yang nampak sempurna dari luar. Namun di balik kemewahan itu, tersimpan luka mendalam. Sang putra, Candra, terungkap mengalami kecanduan narkoba yang parah. Mirisnya, sang ayah, Pak Arman, lebih memilih menutupi kondisi anaknya karena malu dengan status sosial daripada membawanya ke rehabilitasi.

Dalam kilas balik yang menyayat hati, terlihat bagaimana Candra diabaikan di momen-momen penting hidupnya. Pak Arman terlalu sibuk dengan rapat dan pekerjaan, sementara sang ibu fokus pada kegiatan sosial dan arisan. Harta materi memang melimpah, tetapi kasih sayang dan pondasi agama hampir nihil. Pak Ustaz pun memberi peringatan keras: anak adalah amanah yang harus dijaga dengan doa dan pendidikan agama, bukan sekadar uang.

Di sisi lain, suasana masjid yang tenang mendadak ricuh. Bang Hafid sedang dalam pelarian karena dikejar penagih hutang. Hutang yang harus ia lunasi mencapai 50 juta rupiah!

Aksi kejar-kejaran ini berakhir di depan Haji Husin. Dengan gaya kepemimpinan yang bijak namun tegas, Haji Husin menengahi situasi panas tersebut. Meski tidak langsung membayarkan hutang Bang Hafid, Haji Husin menawarkan solusi: mencarikan pekerjaan agar hutangnya bisa dicicil. Bahkan, dengan berani Haji Husin menjaminkan dirinya atas nama Allah agar para penagih hutang memberi kesempatan bagi Bang Hafid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *