Tanda-Tanda
Ciri utama skema Ponzi adalah keuntungan yang dibayar dari dana anggota baru, bukan dari keuntungan bisnis nyata. Selain itu, pelaku biasanya membuat suasana kepercayaan dengan iming-iming pembayaran rutin. Meski ada anggota yang merasa diuntungkan, risiko kerugian massal akan muncul begitu sistem tidak mampu merekrut anggota baru.
Tidak sedikit korban yang terjebak dalam skema semacam ini bukan karena serakah, melainkan karena ingin membantu keluarga atau mencari solusi dari kesulitan ekonomi. Bahkan ada yang sampai menggadaikan motor, menjual ponsel, atau meminjam uang dari pinjaman online demi ikut bergabung. Ketika sistem runtuh, kerugian yang dialami memicu rasa bersalah, depresi, hingga konflik keluarga.
BACA JUGA:Â Prabowo Klaim 20 Juta Anak Sudah Nikmati Program Makan Bergizi Gratis
Skema Ponzi merugikan masyarakat, terutama yang tidak memahami risiko investasi. Para pelaku memanfaatkan ketidaktahuan korban untuk meraup keuntungan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak tergiur dengan iming-iming keuntungan cepat dan selalu memeriksa legalitas perusahaan sebelum berinvestasi.






