Ironi dari peristiwa ini adalah konteks acaranya sendiri. Halal Bihalal secara filosofis merupakan momen untuk menggugurkan dosa antarsesama dan memulai lembaran baru dengan hati yang bersih. Namun, yang terjadi di Pendopo Lebak pagi tadi justru menunjukkan bahwa “luka politik” jauh lebih sulit disembuhkan daripada yang dibayangkan.
Seorang tokoh masyarakat yang hadir menyayangkan kejadian tersebut. “Harusnya ini momen sejuk, tapi malah jadi ajang buka kartu lama. Masyarakat Lebak butuh ketenangan, bukan tontonan ego elit yang bertabrakan,” ujarnya tanpa ingin disebutkan namanya.
Aksi walkout ini dianggap oleh banyak pengamat politik lokal sebagai sinyal “pecah kongsi” total antara keluarga Jayabaya dan Amir Hamzah menjelang kontestasi politik mendatang.
Hubungan kerja antara Bupati dan Wakil Bupati diprediksi akan berada di titik nadir, yang dikhawatirkan dapat menghambat pengambilan kebijakan strategis bagi warga Lebak. Insiden ini dipastikan akan memicu perdebatan panas di media sosial antara pendukung kedua kubu. Penggunaan narasi “mantan napi” menunjukkan bahwa strategi politik di Lebak masih akan berkutat pada serangan personal daripada adu program.
BACA JUGA:Â Profil 9 Purnawirawan yang Gugat Polda Metro Jaya Terkait Kasus Ijazah Jokowi
Hingga berita ini diturunkan, pihak protokoler Bupati belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan di balik pernyataan Hasbi Jayabaya. Sementara itu, pihak Amir Hamzah dikabarkan akan segera menggelar konferensi pers terbatas untuk mengklarifikasi tindakan walkout tersebut.







