RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (10/2/2026), menunjukkan ketangguhan pasar modal domestik di tengah dinamika sentimen global. Pada penutupan sesi, IHSG melonjak 99,86 poin atau 1,24% ke level 8.131,73, meski FTSE Russell menunda evaluasi indeks saham Indonesia yang sedianya dilakukan pada Maret 2026.
Penguatan indeks ditopang mayoritas saham yang bergerak di zona hijau. Tercatat sebanyak 556 saham menguat, 144 saham melemah, dan 116 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan juga terbilang ramai dengan volume mencapai 45,61 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2.446.516 kali. Nilai transaksi yang tercatat hingga penutupan mencapai Rp20,27 triliun.
BACA JUGA: Apa Itu Moody’s dan Mengapa Keputusannya Bisa Mengguncang Pasar Indonesia?
Dari jajaran saham penguat, PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) menjadi top gainers setelah melesat 34,65% ke level Rp171. Disusul PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) yang naik 25% ke Rp650 dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) yang menguat 25% ke Rp380.
Sementara itu, tekanan dialami sejumlah saham yang masuk daftar top losers. PT Mega Perintis Tbk (ZONE) turun 10,34% ke Rp520, PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) melemah 9,89% ke Rp328, dan PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) terkoreksi 7,63% ke Rp545.
Adapun saham dengan nilai transaksi terbesar dipimpin PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp2,52 triliun. Diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp951,34 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp896,19 miliar.
Di sisi lain, pasar merespons penundaan peninjauan ulang (index review) FTSE Russell terhadap saham Indonesia. Keputusan tersebut diambil di tengah proses reformasi pasar modal nasional dan ketidakpastian terkait porsi free float emiten domestik.












