Inflasi Turun saat Lebaran, Kok Bisa?

Penurunan juga terjadi pada moda transportasi lain, seperti tarif jalan tol sebesar 0,87 persen, angkutan laut 7,45 persen, ASDP 3,17 persen, dan kereta api 3,18 persen.

“Diskon tarif transportasi selama periode mudik memberikan kontribusi signifikan terhadap pengendalian inflasi,” demikian keterangan BPS.

Meski demikian, secara keseluruhan kelompok transportasi masih mencatat inflasi sebesar 0,41 persen secara bulanan, berbalik dari deflasi 0,11 persen pada Februari 2026.

Di sektor pangan, inflasi komponen volatile food tercatat melambat menjadi 4,2 persen secara tahunan. Kondisi ini terjadi meskipun permintaan terhadap sejumlah komoditas seperti telur, daging ayam, ikan segar, dan daging sapi meningkat selama Ramadhan.

Sementara itu, inflasi inti juga mengalami penurunan dari 2,6 persen menjadi 2,5 persen secara tahunan, antara lain dipengaruhi oleh penurunan harga emas.

Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan ekonomi global serta memperkuat langkah mitigasi guna menjaga stabilitas harga ke depan.

“Fundamental eksternal Indonesia tetap terjaga, didukung oleh kinerja sektor eksternal yang baik serta pengelolaan fiskal yang hati-hati,” kata Febrio.

BACA JUGA: Lebaran Usai, Harga Pangan di Cilegon Melandai: Stok Aman, Isu BBM Terbantah!

Penurunan inflasi di tengah momentum Lebaran ini menjadi indikasi bahwa kebijakan pemerintah mampu meredam tekanan musiman, sekaligus menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan pasokan di pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *