Inilah Rahasia UNNES Jadi Peringkat Teratas Perguruan Tinggi Informatif Se-Indonesia

RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Prestasi membanggakan datang dari Universitas yang terletak di Semarang, Jawa Tengah, yakni Universitas Negeri Semarang (UNNES). Pasalnya, dalam acara Anugerah Informasi Publik dan Launching Indeks Keterbukaan Informasi Publik, Senin (15/12/2025), UNNES berhasil meraih predikat Informatif dalam Kategori Badan Publik dengan Kualifikasi Informatif untuk tahun 2025.

Selain mendapatkan predikat Informatif dalam acara yang digelar oleh Komisi Informasi Pusat tersebut, yang lebih membanggakan lagi adalah UNNES meraih nilai tertinggi nasional di antara seluruh perguruan tinggi di Indonesia dengan skor 98,87. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi UNNES, Prof. Dr. Ngabiyanto, M.Si.

BACA JUGA: UNJ Kembali Raih Predikat Informatif, Bukti Konsistensi Keterbukaan Informasi Sejak 2020

Menurut Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., pencapaian sivitas universitas yang ia pimpin saat ini merupakan hasil kerja keras bersama dalam menerapkan pengelolaan keterbukaan informasi publik yang bertanggung jawab dan berdedikasi, sebagaimana hasil penilaian yang diberikan oleh Komisi Informasi Pusat.

“Predikat Informatif ini menjadi bukti komitmen UNNES dalam menghadirkan layanan informasi publik yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat. Keterbukaan informasi merupakan bagian dari upaya UNNES membangun kepercayaan publik serta mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang baik,” tutur Rektor UNNES.

Rahasia raihan predikat tersebut, menurut Martono, juga tidak lepas dari peran besar Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan informasi publik. Peran ini turut mengantarkan UNNES sebagai Kampus Informatif peringkat pertama dalam Kategori Badan Publik dengan Kualifikasi Informatif.

“UNNES terus memperkuat peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sebagai garda terdepan pelayanan informasi publik, sekaligus mendorong pemanfaatan sistem informasi yang terintegrasi dan berbasis digital,” tambah Prof. Martono.

Penguatan peran PPID yang dilakukan UNNES tersebut sejalan dengan pernyataan Dr. Ir. Donny Yoesgiantoro, M.M., M.P.A., dalam pidato pembukaan acara pada 15 Desember. Ia menegaskan bahwa penguatan jajaran PPID menjadi titik balik kesuksesan keterbukaan informasi publik di setiap instansi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *