Adapun saham CLAY, GTBO, dan SHID kembali diperdagangkan di papan pengembangan pada sesi pra-pembukaan. Sementara MGLV masuk papan akselerasi pada sesi I, dan SAGE diperdagangkan di papan pemantauan khusus melalui mekanisme periodic call auction pada sesi I.
BEI juga mengingatkan investor dan pemangku kepentingan untuk terus mencermati keterbukaan informasi dari masing-masing emiten setelah suspensi dicabut.
Sebelumnya, BEI menjatuhkan sanksi suspensi terhadap total 50 emiten karena belum melunasi kewajiban annual listing fee 2026. Hingga batas akhir pembayaran denda keterlambatan pada 14 Februari 2026, puluhan perusahaan tercatat masih belum memenuhi kewajiban tersebut.
BACA JUGA:Â ULN Tembus US$431,7 Miliar, Beban Utang Indonesia Kembali Bertambah
Dari jumlah itu, sebanyak 39 emiten telah lebih dulu disuspensi, sementara 11 emiten lainnya menyusul dikenakan penghentian sementara perdagangan karena belum menunaikan kewajiban pembayaran biaya pencatatan tahunan dan/atau denda keterlambatan.







