Tanaman harendong memiliki daun dan batang berduri halus menyerupai rambut. Daunnya berwarna hijau mengkilat, sementara buahnya bulat berbulu halus yang berwarna hijau saat muda dan berubah keunguan saat masak. Bunganya berwarna putih atau merah jambu samar.
BACA JUGA:Â Manfaat Buah Langka Langoko yang Jarang Diketahui
Kandungan dan Khasiat Harendong
Semua bagian dari tanaman harendong dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Daun harendong mengandung berbagai senyawa kimia seperti saponin, tanin, glikosida, steroid/triterpenoid, dan flavonoid. Berdasarkan penelitian, setiap senyawa memiliki khasiat tersendiri:
- Saponin: Berfungsi sebagai pembersih dan antiseptik.
- Tanin: Bertindak sebagai astringen yang dapat menutup pori-pori kulit dan menghentikan pendarahan ringan.
- Steroid: Berfungsi sebagai anti-inflamasi.
- Flavonoid: Bertindak sebagai antibakteri, antioksidan, dan dapat menghambat pendarahan.
Penggunaan Harendong dalam Pengobatan
Buah harendong bisa dimakan langsung sebagai camilan sehat dan juga digunakan untuk mengobati bisul. Akar tanaman ini mengandung zat penyamak (tanin) yang memiliki khasiat penyembuhan.
Secara keseluruhan, harendong dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti berak darah, pendarahan rahim, wasir darah, haid berlebihan, keputihan, disentri basiler, diare, hepatitis, gangguan pencernaan, keracunan singkong, radang dinding pembuluh darah, dan tromboangitis.
Setelah mengetahui banyaknya khasiat dari tanaman harendong, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah membudidayakannya. Dengan demikian, harendong bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan, sehingga konsumsi obat-obatan kimia bisa diminimalisir.







