“Dilibatkan yang waktu itu ya. Tapi kalau yang tadi kan selalu ada perkembangan-perkembangan, tapi saya enggak tahu final apa belum. Nanti kan pasti saya dikasih tahu,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai sikap pemerintah apabila utang proyek dibayarkan menggunakan APBN, Purbaya menegaskan masih menunggu kejelasan syarat dan ketentuan yang diajukan pihak China. Pemerintah, kata dia, akan melihat kondisi dan persyaratan yang ditawarkan sebelum menentukan langkah lanjutan.
BACA JUGA: Strategi Purbaya Pacu Ekonomi Lewat Belanja Rp809 Triliun
Sebagai informasi, total kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung diperkirakan mencapai sekitar Rp116 triliun dengan skema pembayaran bertahap, yakni sekitar Rp1,2 triliun per tahun. Hingga kini, negosiasi masih berlangsung dan pemerintah belum menetapkan keputusan final terkait sumber pendanaan pelunasan.












