RUANGBICARA.co.id – Musim kemarau 2026 diprediksi akan datang dengan karakter yang tidak biasa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan bahwa periode kering tahun ini berpotensi lebih panjang, lebih awal, dan lebih intens dibandingkan kondisi normal, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan sejak dini.
Berdasarkan analisis iklim terbaru, kemarau diproyeksikan berlangsung mulai April hingga September 2026. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami sifat musim kemarau di bawah normal. Artinya, curah hujan diperkirakan berada pada kategori rendah, membuat kondisi menjadi lebih kering dari biasanya.
BACA JUGA: Terungkap! 4 Penyebab Utama Terjadinya Fenomena Kemarau Basah di Indonesia
“Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami sifat musim kemarau di bawah normal, sehingga curah hujan berada pada kategori rendah. Artinya, kondisi tahun ini akan lebih kering dibandingkan normal,” ujar Faisal dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Kondisi tersebut semakin diperkuat oleh potensi berkembangnya fenomena El Nino pada level lemah hingga moderat di paruh kedua tahun ini. Fenomena ini dikenal mampu menekan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, sehingga memperparah kekeringan.












