RUANGBICARA.co.id – Dunia musik global baru saja menyaksikan sebuah ledakan artistik yang tak terduga. Dua ikon besar dari dua kutub industri yang berbeda, Jisoo—sang diva dari kancah K-Pop—dan Zayn Malik, pangeran moody-pop asal Inggris, akhirnya resmi merilis single kolaborasi mereka yang paling dinanti, “Eyes Closed.”
Lebih dari sekadar lagu pop biasa, Eyes Closed hadir sebagai sebuah pengalaman audio-visual yang membawa pendengarnya melintasi ruang dan waktu.
BACA JUGA: Dari Klub Legendaris hingga Panggung Dunia: Perjalanan Super Flu Menjaga Harmoni Musik Elektronik
Sejak detik pertama, Eyes Closed langsung memikat dengan dentuman synth-pop yang lembut namun megah. Jisoo, yang baru saja sukses dengan album solonya Amortage, menunjukkan sisi vokal yang lebih dewasa dan bertekstur. Ia tidak lagi sekadar menyanyi, melainkan bercerita.
Zayn Malik, di sisi lain, memberikan kontras yang sempurna dengan falsetto khasnya yang penuh kerentanan. Liriknya yang berbunyi, “The past can’t hurt us if we don’t look,” seolah menjadi mantra bagi mereka yang ingin memulai lembaran baru tanpa bayang-bayang luka lama.
Salah satu aspek yang membuat Eyes Closed menjadi perbincangan hangat adalah video musiknya yang dikemas layaknya film sci-fi Hollywood. Disutradarai dengan pendekatan sinematik yang kuat, MV ini mengambil latar di TWA Hotel, New York, yang arsitektur retro-futuristiknya disulap menjadi interior kapal luar angkasa yang mewah.
Eyes Closed bukan sekadar proyek komersial. Ini adalah bukti bahwa bahasa musik telah benar-benar melampaui batas geografis. Kolaborasi antara agensi Blissoo milik Jisoo dan Warner Records menunjukkan bagaimana artis papan atas kini memiliki kendali penuh untuk menciptakan karya lintas budaya.
Bagi para penggemar—Blinks dan Zquads—momen ini menjadi “kejutan abad ini.” Mengingat Zayn Malik dikenal sangat selektif dalam memilih rekan duet, kehadiran Jisoo di sisinya membuktikan pengakuan dunia Barat terhadap kualitas vokal dan karisma sang bintang Korea tersebut.
“Lagu ini adalah tentang kepercayaan. Terkadang, cara terbaik untuk melihat kebenaran adalah dengan menutup mata dan mendengarkan hati,” ujar sebuah sumber dekat dari tim produksi.












