Respon Mensos
Menanggapi pro dan kontra ini, Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menampung segala kritik dan masukan terkait usulan tersebut. Meski begitu, ia mengakui bahwa Soeharto tetap menjadi kandidat kuat untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
“Faktanya memang Tap MPR itu sudah dicabut, terus nama Soeharto ini kuat sekali untuk masuk dalam usulan Pahlawan Nasional. Tetapi, kami juga masih mengkaji segala masukan termasuk apa yang disampaikan Mas Usman tadi,” ujar Menteri Sosial.
BACA JUGA:Â Bahan Baku Impor Masih Dominan, Industri Lokal Ogah Kehabisan Produksi Ompreng MBG
Ia juga menekankan bahwa pemberian gelar Pahlawan Nasional bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya peran mantan presiden dalam membangun negara.
“Pemberian gelar Pahlawan ini kan supaya memberikan edukasi ke masyarakat bahwa kita bisa selama ini juga atas salah satunya peran para mantan presiden,” tambahnya.












