RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Baru-baru ini pengunduran diri Marlo Budiman dari jajaran pimpinan PT Lippo Karawaci Tbk dan PT Lippo Cikarang Tbk pada akhir Januari 2026 menarik perhatian publik dan pelaku pasar. Sosok yang dikenal sebagai profesional berpengalaman ini tercatat telah menapaki dunia korporasi selama lebih dari 25 tahun, dengan rekam jejak lintas sektor mulai dari keuangan, telekomunikasi, investasi, hingga properti.
Marlo juga dikenal sebagai eksekutif dengan pengalaman manajerial yang luas di level nasional maupun internasional. Sepanjang kariernya, ia dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, termasuk presiden direktur, CEO, hingga direktur keuangan di sejumlah perusahaan besar.
BACA JUGA: Usai Viral Insiden Bali, 110 Cabang Ta Wan Diperiksa Ulang — Ini Daftar Lengkap Lokasinya
Lantas, bagaimana rekam jejaknya?
Rekam jejak
Perjalanan profesional Marlo dimulai di Amerika Serikat. Pada fase awal kariernya, ia menjabat sebagai Manager di Kenlin Inc, New York. Pengalaman internasional tersebut menjadi bekal penting sebelum ia melanjutkan karier di Indonesia dan terlibat langsung dalam pengelolaan perusahaan berskala besar.
Pada periode 1997 hingga 2006, Marlo berkiprah di industri pulp dan kertas dengan menduduki posisi Chief Financial Officer (CFO) dan jabatan eksekutif lainnya di PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills serta PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry yang merupakan bagian dari Asia Pulp & Paper (Sinarmas Group).
Sektor Tekstil dan Telekomunikasi
Setelah lebih dari satu dekade di industri pulp dan kertas, Marlo dipercaya menjabat sebagai Commercial Director di PT Argo Pantes Tbk pada 2006. Kariernya kemudian berlanjut ke sektor telekomunikasi dengan bergabung di PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.
Di perusahaan tersebut, Marlo mengemban jabatan CFO & Corporate Resources Officer sejak 2008 hingga 2016. Dalam periode ini, ia terlibat dalam pengembangan bisnis telekomunikasi berbasis CDMA dan 4G, sekaligus memperkuat struktur keuangan perusahaan.
Dunia Investasi
Pada 2016, Marlo memperluas perannya ke sektor investasi dengan menjabat sebagai Managing Partner di PT Y&K Capital, sebuah perusahaan penasihat keuangan. Di tahun yang sama, ia juga ditunjuk sebagai Director & Deputy CEO di PT Bumiputera Investasi Indonesia Tbk.
Langkah penting berikutnya terjadi pada 2018, ketika Marlo bergabung dengan PT Link Net Tbk. Ia dipercaya memimpin perusahaan sebagai Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) hingga November 2023. Perannya di Link Net menandai fase kepemimpinan strategis yang signifikan dalam kariernya.










