“Dengan sistem teknologi terintegrasi, semua data kependudukan, pajak, dan akuntansi akan terpusat. Efisiensi ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan penerimaan negara hingga Rp1.500 triliun per tahun,” tambahnya.
Luhut juga mengingatkan pentingnya pelajaran dari pandemi COVID-19, ketika Indonesia mengalami krisis ketersediaan alkes dan obat-obatan.
BACA JUGA: 7 Manfaat Air Kelapa Muda Bagi Kesehatan, Bisa Usir Penyakit Serius
“Waktu itu, kita bahkan harus mengimpor Paracetamol dari India. Ketika India lockdown, kita betul-betul tertekan. Karena itu, kita harus mampu memproduksi minimal 60-70% kebutuhan alkes dari dalam negeri,” tegasnya.












