Puncak Musim Kemarau
BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di kawasan Dieng masih akan berlangsung hingga Agustus. Karena itu, fenomena embun upas diperkirakan masih berpotensi muncul kembali dalam beberapa waktu ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para petani, untuk melindungi tanaman yang rentan seperti kentang. Bagi wisatawan, penting untuk menggunakan pakaian hangat agar terhindar dari gangguan kesehatan,” ujar Hery.
Menariknya, fenomena alam ini justru membawa dampak positif bagi sektor pariwisata. Kepala UPT Dieng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara, Sri Utami, menyebutkan bahwa embun beku terlihat cukup tebal di area lapangan dekat Candi Setyaki.
“Kalau di Candi Arjuna ada juga, tapi lebih tipis. Banyak wisatawan datang sejak pagi karena bertepatan dengan akhir pekan,” ujarnya.
Selain itu, Sri Utami menyarankan agar wisatawan datang lebih pagi agar bisa menikmati keindahan embun upas secara maksimal.
“Idealnya tiba sekitar pukul 05.30 WIB. Jangan lupa memakai jaket, sarung tangan, dan penutup kepala. Makan dan minum yang cukup juga penting karena udara sangat dingin,” tambahnya.
BACA JUGA: PDC Hadirkan Dapur Portabel Canggih di Rig Majalengka, Ramah Lingkungan dan Efisien
Sebagai penutup, embun upas menjadi pengingat bahwa meski Indonesia berada di wilayah tropis, variasi iklim ekstrem masih bisa terjadi, terutama di dataran tinggi seperti Dieng. Selain harus diantisipasi dampaknya, fenomena ini juga menambah keindahan alam dan pesona wisata di kawasan pegunungan.












