RUANGBICARA.co.id – Calon Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, memulai kampanye pertamanya setelah dinominasikan sebagai capres menggantikan Joe Biden. Kampanye ini berlangsung di Wisconsin pada Selasa, (23/7/2024), waktu setempat.
Dalam kampanyenya, Kamala Harris beberapa kali menyebut nama mantan Presiden Donald Trump. Ia mengkritik kebijakan Trump mengenai larangan aborsi yang dianggapnya ekstrem.
“Kami yang percaya pada kebebasan reproduksi akan menghentikan larangan aborsi ekstrem yang dikeluarkan Donald Trump—Karena kami memercayai perempuan untuk mengambil keputusan mengenai tubuh mereka,” tulisnya (diterjemahkan google) di akun X pribadinya @KamalaHarris pada Rabu, 24 Juli 2024.
BACA JUGA: Barack Obama Sebut Joe Biden sebagai Patriot Sejati dan Presiden Amerika Paling Berpengaruh
Harris juga berjanji untuk menandatangani undang-undang yang memulihkan kebebasan reproduksi jika ia terpilih sebagai Presiden.
“Ketika kongres mengesahkan undang-undang untuk memulihkan kebebasan reproduksi, sebagai Presiden saya akan menandatanganinya menjadi undang-undang,” lanjutnya.
Singgung Agenda Trump 2025
Selain itu, Harris memperingatkan publik mengenai agenda Donald Trump tahun 2025 yang menurutnya akan menyengsarakan rakyat Amerika.












