RUANGBICARA.co.id – Penyanyi Nabila Ellisa akhirnya resmi merilis EP perdana bertajuk “GERD (Galau Emosional Rasa Diri)”, sebuah mini album yang merangkum perjalanan emosional tentang patah hati, kehilangan, serta dinamika perasaan yang kerap tak terucap. EP ini menjadi penanda babak baru dalam karier musik Nabila, sekaligus pernyataan seriusnya di jalur musik Pop.
Judul “GERD” dipilih bukan tanpa alasan. Terinspirasi dari kondisi kesehatan yang kerap muncul saat seseorang berada di bawah tekanan emosional, EP ini menggambarkan bagaimana luka batin akibat patah hati tidak hanya menyerang perasaan, tetapi juga berdampak pada kondisi fisik—mulai dari rasa sesak, perih, hingga gelisah. Pengalaman tersebut diterjemahkan Nabila ke dalam lirik dan melodi yang jujur serta dekat dengan keseharian pendengar.
BACA JUGA: “Taguling-guling” Silet Open Up: Lirik, Makna, dan Daya Tarik Rap Timur Indonesia
“Aku ingin memperbanyak katalog lagu-lagu aku di genre Pop. Sebenarnya sudah banyak lagu yang pengen aku rilis sejak lama, sampai akhirnya aku memutuskan untuk merilis mini album dulu,” ujar Nabila dalam keterangan resminya, dikutip Senin (9/2/2026).
“Seperti yang orang-orang tahu, aku memulai karier di genre Dangdut. Lewat album ini, aku berharap semakin banyak orang tahu bahwa aku juga menyanyikan lagu Pop. Judul GERD sendiri karena kondisi ini sangat dekat dengan banyak orang, terutama saat mengalami putus cinta atau tekanan emosional,” jelasnya.
EP “GERD” berisi lima lagu yang saling terhubung, membentuk satu rangkaian cerita tentang luka, penerimaan, dan proses berdamai dengan diri sendiri. Fokus utama EP ini ada pada lagu “Tanyaku”, sebuah nomor emosional tentang cinta yang terhalang perbedaan—ketika dua hati saling mencinta, namun tak bisa bersama di dunia.
Di balik keikhlasan dan kehilangan, “Tanyaku” menyimpan satu harapan sederhana: semoga cinta yang tak sempat bersatu di dunia dapat dipertemukan kembali di surga yang sama. Liriknya mengalir lirih, penuh doa dan keteguhan hati, menjadikannya lagu yang mudah mengena bagi siapa pun yang pernah merasakan cinta tak sampai.
Secara musikal, EP “GERD” menghadirkan nuansa Pop Ballad dengan sentuhan Korean Ballad yang melankolis. Lagu-lagu ciptaan Ilyas Bachtiar dibalut aransemen lembut dari Joel Christian, memberi ruang luas bagi emosi dan cerita untuk mengalir dengan jujur dan intim.
“Makna lagu ini sangat dalam, tentang cinta yang tidak bisa bersama di dunia tetapi selalu berdoa untuk satu surga bersama,” ungkap Nabila.
“Lagu ini sebenarnya sudah cukup lama diciptakan oleh suamiku saat masih kuliah, tapi baru terealisasi setelah bertemu aku. Di awal 2025 lagu ini ditulis ulang, lalu mulai proses rekaman pertengahan tahun. Kami banyak terinspirasi dari lagu-lagu ballad Korea karena secara emosional terasa cocok dengan karya-karya Ilyas,” tambahnya.
Melalui EP ini, Nabila Ellisa berharap para pendengar tidak merasa sendirian dalam menghadapi luka batin. “GERD” hadir sebagai teman berbagi cerita sekaligus pengingat bahwa sakit hati adalah pengalaman manusiawi—meski terkadang rasa itu ikut dirasakan oleh tubuh. “Dengan EP ini, semoga tidak ada lagi yang terus-menerus menyakiti diri karena patah hati,” harap Nabila.
EP “GERD (Galau Emosional Rasa Diri)” kini telah resmi dirilis dan sudah dapat didengarkan di seluruh platform digital streaming musik.
Tanyaku (Lirik)
Denganmu ku temukan arah
Tengah perjalanan ku berbalik arah
Kucoba tuk taklukkan keyakinan
namun kita tetap kalah
Cinta hanya pertemukan rasa
Tak berarti menyatukan kita
Terpaksa cerita kita
Berujung disini
Satu tanyaku apakah surga kita sama
Ku ingin miliki hatimu disana
Haruskah kumelupakan semua rasa untukmu
Yang ku yakinku takkan pernah bisa
Mengapa kita harus berbeda
Dan kita bersama
Hanya satu yang tak berbeda
Itu cinta, cinta kita
Satu tanyaku apakah surga kita sama
Ku ingin miliki hatimu disana
Haruskah kumelupakan semua rasa untukmu
Yang ku yakinku takkan bisa
Tanyaku
Miliki hatimu disana
Yang ku yakinku takkan pernah bisa












