Ngeri! Angka Positif HIV Di Jabar Nyaris 10 Ribu, LGBT Jadi Penyumbang Terbesar

Salah satunya dengan memperkokoh ketahanan keluarga, untuk mengeliminasi supaya tidak ada kasus baru di 2025 mendatang.

“Berharapnya sih turun ya. Tapi pada inti utamanya bukan prestasi, tapi berapa orang yang bisa kita selamatkan dan ini tidak akan berhenti di 2025. Kita sudah siapkan strategi lagi untuk menurunkan prevalensi HIV,” ujarnya.

Berdasarkan penelitian, penyebab utama HIV adalah hubungan seksual dengan pasangan yang sering berganti atau menjadi pelanggan pekerja seks.

Lebih lanjut, fenomena maraknya LGBT atau perilaku seks menyimpang seperti Laki Suka Laki (LSL), Lesbian, Biseksual bahkan Transgender turut memperumit penyebaran HIV di masyarakat termasuk di Jawa Barat.

BACA JUGA: Kemenkes dan MUI Sepakat Tingkatkan Kesehatan Masyarakat Lewat Pendekatan Agama

Untuk itu perlu adanya upaya pencegahan penularan HIV, yakni salah satunya adalah dengan mem filter bahkan mengurangi aktifitas seks beresiko tinggi seperti LGBT. Memang tidak mudah, tapi jika dilakukan secara konsisten bisa memetik keberhasilan pada periode tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *