RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Dua bek tengah yang bermain di Eropa sama-sama memiliki nilai pasar Rp173,82 miliar. Namun demikian, sorotan publik justru lebih banyak tertuju kepada Jay Idzes ketimbang bek Ajax Amsterdam, Ko Itakura.
Meski berasal dari level kompetisi dan latar belakang berbeda, nama Jay Idzes kini mencuri perhatian berkat performa konsistennya di Serie A Italia dan statusnya sebagai pemain termahal Timnas Indonesia.
Jay Noah Idzes merupakan bek tengah berusia 25 tahun yang lahir di Mierlo, Belanda. Namun, ia memilih membela Timnas Indonesia dan kini menjadi figur kunci di lini pertahanan Garuda. Saat ini, Idzes bermain untuk US Sassuolo yang berlaga di Serie A Italia.
BACA JUGA:Â Profil Ardiansyah Nur, Pahlawan Timnas Futsal Indonesia di Final SEA Games 2025
Berdasarkan data terbaru Transfermarkt, nilai pasar Jay Idzes mencapai Rp173,82 miliar. Angka ini melonjak tajam dari sebelumnya Rp130,36 miliar, seiring dengan penampilannya yang stabil dan konsisten bersama Sassuolo. Dengan nilai tersebut, Idzes menegaskan posisinya sebagai pemain termahal di skuad Timnas Indonesia sekaligus di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, kemampuan fisik, teknik bertahan yang solid, serta fleksibilitas bermain dalam skema tiga bek membuatnya semakin menonjol di level klub maupun internasional.
Di sisi lain, Ko Itakura merupakan bek tengah berusia 28 tahun asal Jepang yang baru bergabung dengan Ajax Amsterdam pada musim panas 2025. Ia direkrut dari Borussia Mönchengladbach setelah tampil impresif di Bundesliga Jerman.
Meski nilai pasarnya setara dengan Jay Idzes di angka Rp173,82 miliar, konteks karier Itakura berbeda. Ia telah lama berkiprah di liga top Eropa dan memiliki pengalaman tampil di kompetisi elite, termasuk ajang internasional bersama Timnas Jepang.
Bergabung dengan Ajax Amsterdam, klub besar Belanda dengan reputasi Eropa yang kuat, membuat Itakura mendapatkan eksposur global yang luas.
Perbedaan Mencolok
Meski angka nilai pasar mereka sama, terdapat sejumlah perbedaan penting yang membuat Jay Idzes kini dinilai lebih mencuri perhatian publik.
Ko Itakura dikenal sebagai bek matang dengan jam terbang tinggi di Bundesliga. Sementara itu, Jay Idzes sedang berada dalam fase emas perkembangan karier dan menunjukkan grafik peningkatan signifikan di Serie A Italia.
Jay Idzes menjadi tulang punggung pertahanan Timnas Indonesia dan figur sentral dalam berbagai laga internasional. Di sisi lain, Itakura juga merupakan pemain inti Timnas Jepang, namun berada di skuad yang sudah mapan dan penuh bintang.
Kenaikan nilai pasar Jay Idzes yang cepat membuatnya menjadi bahan pembicaraan media sepak bola Asia. Bahkan, performanya bersama Sassuolo membuka peluang transfer ke klub besar Eropa.












