Pelabuhan Disiapkan Maksimal
Data menunjukkan bahwa ada 1.910 kendaraan kecil yang bisa ditampung di rest area sepanjang tol dan jalan arteri menuju pelabuhan. Ini menjadi bentuk antisipasi yang dinilai luar biasa.
Pada arus balik nanti, Pelabuhan Ciwandan tidak lagi digunakan karena dialihkan untuk jalur wisata. Sepeda motor, mobil pribadi, dan bus akan diarahkan kembali melalui Pelabuhan Bakauheni.
Sementara itu, angkutan barang dialihkan ke Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) yang memiliki area parkir untuk 1.070 kendaraan. Pelabuhan ini juga didukung oleh kesiapan Pelabuhan PT WIKA Beton untuk mengatasi potensi kemacetan arus motor.
“Fleksibilitas pelabuhan menjadi salah satu kunci kelancaran arus balik,” ungkapnya.
Djoko menyebut bahwa PT ASDP Indonesia Ferry telah menyiapkan 67 kapal dengan jadwal yang sudah disesuaikan. Kapal-kapal ini terdiri dari jenis reguler dan eksekutif.
Ia berharap kelancaran arus mudik bisa berlanjut ke arus balik. Menurutnya, keberhasilan ini hanya bisa dicapai melalui koordinasi semua pihak.
“Arus balik seringkali menjadi lebih padat, sehingga perlu pengaturan lebih ketat,” katanya.
Selain itu, Djoko juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan potensi kemacetan, khususnya di jalur arteri dan lokasi pasar tumpah.
“Pasar tumpah seperti di Natar dan Pringsewu bisa menghambat kelancaran. Masyarakat harus tetap waspada dan disiplin selama perjalanan,” pungkas Djoko.
BACA JUGA:Â Pemerintah Klaim Arus Mudik Lebaran 2025 Lancar, Ekonomi Daerah Menggeliat
Dengan persiapan yang matang dan evaluasi dari arus mudik, Djoko optimistis arus balik Lebaran 2025 bisa berjalan lancar dan tertib.












