Penyeimbang Arus
Selain one way, skema contraflow juga akan diberlakukan di ruas KM 70 hingga KM 35. Sistem ini bertujuan untuk mengurai kepadatan kendaraan dan menjaga distribusi arus lalu lintas tetap stabil, khususnya bagi kendaraan dari arah Jawa Barat dan jalur Trans-Jawa.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa pihaknya telah menghitung secara detail komposisi arus kendaraan yang akan melintas saat arus balik.
“Persentase arus lalu lintas menuju Jawa Barat itu sekitar 30–35 persen. Ini yang akan kita kelola dengan baik,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Ia menambahkan, keberadaan sejumlah infrastruktur baru seperti Tol Japek II Selatan dan Tol Bocimi turut membantu mendistribusikan arus kendaraan agar tidak terpusat di satu titik.
Lebih lanjut, Agus menyebutkan bahwa sekitar 66 persen kendaraan diperkirakan berasal dari jalur Trans-Jawa. Oleh karena itu, pengelolaan arus dari arah ini menjadi fokus utama dalam skenario rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan.
“Kalau arus baliknya tanggal 24, maka pada tanggal 23 kami sudah mulai melakukan traffic counting. Bila diperlukan, kami akan langsung menerapkan one way lokal sepenggal tahap pertama,” jelasnya.
BACA JUGA: Arus Mudik Naik 7,5 Persen, ASDP Siapkan Skenario Khusus Atasi Lonjakan Pemudik 2026
Dengan adanya kombinasi skema one way dan contraflow ini, diharapkan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, dan lancar bagi seluruh pengguna jalan.












