Peran Penting Organisasi Daerah Jadi Pencetus Utama, Lahirnya Sumpah Pemuda

RUANGBICARA.co.id – Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928, merupakan salah satu momen penting dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Momen bersejarah ini tidak muncul begitu saja; sebaliknya, berbagai organisasi kedaerahan memainkan peran krusial dalam membentuk kesadaran kolektif di kalangan pemuda.

Peran Organisasi Kedaerahan

Secara signifikan, organisasi kedaerahan seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), Jong Celebes dan lainnya yang berkontribusi dalam memfasilitasi interaksi antara pemuda dari berbagai daerah. Melalui organisasi-organisasi ini, semangat nasionalisme dan persatuan mulai tumbuh di seluruh nusantara.

BACA JUGA: Gelar Aksi Demonstrasi, Mahasiswa dan Pemuda Serukan Serang Bebas Korupsi

Sebagai contoh, Jong Java yang didirikan pada 1915 bertujuan untuk memajukan pemuda Jawa. Dengan berdirinya organisasi ini, pemuda dari latar belakang budaya dan etnis yang berbeda dapat berkumpul dan berbagi pandangan.

Hal ini tidak hanya mendorong solidaritas tetapi juga menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan pemuda.

Selanjutnya, Jong Sumatranen Bond, yang dibentuk pada tahun 1917, memiliki tujuan serupa, yaitu menyatukan pemuda Sumatra untuk berjuang demi kepentingan bangsa.

Demikian juga, Gerakan Pemuda Seluruh Indonesia muncul berkat pengaruh adanya Budi Utomo, yang memberikan dampak besar bagi seluruh pemuda di Indonesia.

Kemudian, pada tahun 1914, berdiri perkumpulan Pasundan dengan tujuan mempertinggi derajat kesopanan, kecerdasan, dan memperluas kesempatan kerja. Selain itu, pada 16 Agustus 1927, dibentuklah organisasi Persatuan Minahasa di bawah pimpinan dr. Tumbelaka dan Sam Ratulangi.

Dengan adanya kesalahpahaman di antara pemuda, Sarekat Celebes juga berdiri sebagai wadah untuk mengatasi masalah tersebut.

Berkat semangat pemuda bangsa Indonesia saat itu, banyak organisasi pemuda lainnya muncul, termasuk Sarekat Madura, Perserikatan Timor, dan Sarekat Sumatra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *