Anies menjelaskan, dalam menentukan pilihan tidak boleh terburu-buru dan harus bisa melihat dulu nilainya, visi dan misinya. Setelah itu baru dibandingkan antara masing-masing paslon.
Selama ini, lanjut Anies yang berjuang dengan dirinya dan kerap disebut sebagai ‘anak abah’ mendukung bukan karena dirinya, melainkan soal nilai, gagasan, rencana dan misi.
BACA JUGA:Â Adu Kaya Cagub-Cawagub Jakarta, Siapa Paling Banyak Hartanya?
“Karena itu bicara menentukan pilihan, tidak bisa menentukan pilihan tanpa tau nilainya, apa gagasannya dan apa rencananya. Apalagi karena diajak, kalau karena diajak mana nilainya dan mana visinya,” ungkapnya.












