Polisi Banten Diduga Todong Senpi saat Tangkap Kyai dan Santri Padarincang, Padahal Bukan Teroris

“Selain itu, Ketua RT setempat, Pak Cecep, juga menjadi korban aksi represif. Ia sempat berusaha melawan namun mengalami luka-luka. Seorang warga lain, Oman, juga berusaha kabur, tetapi mengalami patah tulang akibat aksi brutal tersebut,” ungkapnya.

Pesantren Diserbu, Santri Diringkus

Tidak hanya warga, aparat juga menyasar Pondok Pesantren Riadussalihin dan Al-Istiqomah di Kampung Anyar. Beberapa santri dan seorang kiai turut ditangkap. Suasana dini hari yang tenang berubah menjadi mencekam saat aparat mendobrak pintu kobong (pondok santri) dan menyeret para penghuni keluar.

Menurut laporan warga, pasukan berseragam hitam dan coklat terus berjaga di sekitar desa. Bahkan, jumlah mereka semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Operasi ini menimbulkan trauma mendalam bagi masyarakat setempat, terutama anak-anak yang ikut merasakan ketegangan.

Delapan warga kini telah ditangkap dan ditahan di Polda Banten, termasuk dua laki-laki dewasa, seorang perempuan, serta lima santri yang masih di bawah umur. Mereka didakwa dengan Pasal 170 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP atas tuduhan tindak kekerasan secara bersama-sama.

Oleh karena itu, TAUD mengecam tindakan kepolisian yang dianggap melanggar prosedur hukum dan hak asasi manusia.

“Mendesak Kapolri agar memerintahkan Kapolda Banten untuk membuka akses bantuan hukum bagi para warga yang ditangkap serta membebaskan mereka yang ditahan secara sewenang-wenang,” tegasnya.

Hingga kini, ketegangan masih terasa di Kampung Cibetus, Kecamatan Padarincang. Warga masih dihantui ketakutan karena aparat kepolisian bersenjata lengkap terus berjaga di berbagai sudut desa. Beberapa warga mengaku mengalami intimidasi agar memberikan pernyataan yang membelokkan fakta.

BACA JUGA: Aksi Solidaritas di Polda Banten, Warga Tuntut Pembebasan 11 Warga Kampung Cibetus

Peristiwa ini menjadi sorotan publik, terutama terkait dugaan pelanggaran hak-hak warga sipil. Desakan dari berbagai pihak agar aparat kepolisian bertindak lebih profesional dan transparan semakin menguat. Sementara itu, masyarakat berharap situasi segera kembali kondusif dan keadilan dapat ditegakkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed