RUANGBICARA.co.id – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) terus menunjukkan kinerja impresif di industri otomotif, khususnya segmen mobil bekas. Emiten yang merupakan bagian dari PT Adi Sarana Armada Tbk ini menatap tahun 2026 dengan target ambisius, yakni mencetak pertumbuhan pendapatan dobel digit.
Ambisi tersebut muncul setelah ASLC berhasil mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025. Perseroan menembus pendapatan Rp 1 triliun, meningkat 14,51% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 876,55 miliar pada 2024. Capaian ini sekaligus menempatkan ASLC sebagai emiten mobil bekas pertama di Indonesia yang berhasil meraih pendapatan Rp 1 triliun dalam satu tahun penuh.
BACA JUGA:Â IHSG Berbalik Menguat di Sesi I, PTBA dan AADI Pimpin Top Gainers
Dengan pendekatan omnichannel, ASLC berupaya menjangkau lebih banyak segmen konsumen, mulai dari korporasi, pelaku usaha kecil, hingga individu. Langkah ini dinilai krusial untuk mendorong transaksi kendaraan bekas yang semakin meningkat di Indonesia.
Bisnis Inti Autopedia
Dilansir dari situs resminya, Autopedia sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di sektor otomotif, ASLC memiliki lini bisnis yang terintegrasi. Perseroan menjalankan usaha melalui sejumlah entitas anak, salah satunya PT JBA Indonesia (JBA).
JBA dikenal sebagai salah satu pemain terbesar dalam bisnis lelang kendaraan di Tanah Air, dengan lebih dari 100.000 pelanggan dan pangsa pasar yang stabil di kisaran 40%. Selain itu, Autopedia juga mengembangkan brand Caroline, platform jual beli mobil berbasis online-to-offline (O2O) yang menyasar konsumen ritel.
Tak hanya itu, inovasi teknologi juga menjadi kekuatan utama ASLC. Perusahaan menghadirkan CARTALOG, platform penyedia informasi harga kendaraan yang dilengkapi teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memberikan data yang akurat dan terpercaya.
Autopedia memiliki visi menjadi omnichannel automotive marketplace paling terpercaya di Indonesia. Untuk mewujudkannya, perusahaan berkomitmen menghadirkan layanan terbaik melalui pemanfaatan teknologi, dukungan finansial, serta manajemen yang berpengalaman.
Ditambah, kinerja dan arah strategis ASLC didukung oleh jajaran manajemen yang solid. Posisi Presiden Direktur dijabat oleh Jany Candra, didampingi Direktur Kazuhiro Shioyama dan Armeza Farhansyah Umar.
Sementara itu, Dewan Komisaris dipimpin oleh Erida sebagai Presiden Komisaris, bersama Prodjo Sunarjanto dan Selvy Monalisa sebagai Komisaris Independen.










