Penyaluran MBG ke sekolah diketahui telah dihentikan sejak 13 Maret 2026, sementara distribusi bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita terakhir dilakukan pada 17 Maret 2026. Program ini dijadwalkan kembali berjalan normal pada 31 Maret 2026, dengan penyesuaian distribusi yang dilakukan lebih awal sebelum masa libur.
Selain penyesuaian jadwal, pemerintah juga terus mengevaluasi efektivitas penggunaan anggaran dalam program MBG. Dari total pagu anggaran sebesar Rp335 triliun, masih terdapat ruang efisiensi yang dinilai dapat dioptimalkan tanpa mengurangi dampak sosial bagi masyarakat.
Purbaya menegaskan bahwa MBG merupakan program yang penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan. Namun demikian, optimalisasi pelaksanaan dinilai perlu dilakukan agar program berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
BACA JUGA: Jumlah Penonton Film Pelangi di Mars Masih Tertinggal, Berbanding dengan Film Lebaran 2026 Ini
Di tengah tekanan fiskal, pemerintah juga tengah menyusun langkah efisiensi anggaran di berbagai kementerian dan lembaga. Upaya ini menjadi bagian dari strategi menjaga defisit APBN 2026 tetap terkendali, tanpa mengganggu program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.












