RUANGBICARA.co.id – Puasa saat hamil kerap menimbulkan pro dan kontra. Banyak ibu hamil yang ingin tetap menjalankan ibadah Ramadan, namun di sisi lain khawatir terhadap kondisi kesehatan diri dan janin. Lalu, benarkah puasa saat hamil memiliki manfaat? Apa saja fakta medis yang perlu diketahui?
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Muhammad Fadil, Sp.OG dari Rumah Sakit Pondok Indah, menjelaskan bahwa pada dasarnya ibu hamil boleh berpuasa, selama kondisi ibu dan janin sehat serta kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi.
BACA JUGA:Â Ada 13 Tata Cara Sholat Tarawih di Rumah Sendirian, Simak Beserta Bacaan Niat dan Doa Lengkap
Puasa saat hamil juga diperbolehkan, asal kata dr. Fadil, ibu hamil diperbolehkan berpuasa dengan beberapa syarat utama:
“Pertama, sudah melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Kedua, tidak memiliki komplikasi kehamilan. Ketiga, kebutuhan gizi, vitamin, dan cairan tetap tercukupi. Dan terakhir, kondisi janin sesuai usia kehamilan. Namun disarankan, pemeriksaan sebelum Ramadan sangat penting untuk memastikan bahwa ibu dan janin dalam kondisi prima,” ujar dr. Fadil seperti dikutip dari YouTube RS Pondok Indah, Kamis (19/2/2026).
Manfaat Puasa Saat Hamil, Apa Kata Medis?
Meski sering dianggap berisiko, beberapa penelitian menunjukkan adanya potensi manfaat puasa bagi ibu hamil, di antaranya:
1. Mengontrol Kenaikan Berat Badan
Puasa dapat membantu mencegah kenaikan berat badan berlebih selama kehamilan, sehingga risiko komplikasi seperti diabetes gestasional bisa ditekan.
2. Menurunkan Risiko Diabetes Melitus Gestasional
Dengan pola makan yang lebih teratur dan terkontrol, risiko lonjakan gula darah dapat diminimalkan.
3. Meningkatkan Metabolisme
Beberapa studi menyebutkan metabolisme ibu hamil dapat meningkat saat menjalani puasa dengan pola makan yang tepat.
Namun, dr. Fadil menegaskan bahwa manfaat ini hanya bisa dirasakan jika kondisi ibu sehat dan puasa dijalankan dengan perencanaan nutrisi yang baik.
Kondisi yang Tidak Dianjurkan
Tidak semua ibu hamil aman untuk berpuasa. Berikut kondisi yang sebaiknya tidak menjalankan puasa:
-
Trimester pertama dengan hiperemesis gravidarum (mual muntah berat) karena berisiko dehidrasi
-
Pertumbuhan janin tidak sesuai usia kehamilan
-
Mengalami diabetes gestasional
-
Preeklamsia
-
Ancaman persalinan prematur
Dalam kondisi tersebut, keselamatan ibu dan janin menjadi prioritas utama.











