Perlu dicatat, IBEA berkolaborasi dengan Indonesia Electric Motor Show (IEMS) dan InaRi Expo 2024 yang diinisiasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Acara ini berlangsung dari 8-11 Agustus 2024, di ICC BRIN Building, KST Soekarno (Cibinong Science Centre), dengan mengusung tema “Akselerasi Ekosistem Kendaraan Listrik Pacu Transisi Energi Sektor Transportasi.”
Profil Singkat
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk, yang dikenal dengan nama GMF AeroAsia, merupakan anak perusahaan dari Garuda Indonesia yang bergerak di bidang pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan pesawat terbang.
Hingga akhir tahun 2020, GMF AeroAsia memiliki 61 kantor perwakilan di Indonesia dan 5 kantor perwakilan di luar negeri untuk mendukung kegiatan bisnisnya.
Perjalanan perusahaan ini dimulai pada tahun 1949 sebagai Direktorat Teknik dari Garuda Indonesia, dengan fasilitas di Bandar Udara Kemayoran dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma.
Seiring perkembangan, pada tahun 1984, Direktorat Teknik tersebut dipindahkan ke Bandar Udara Soekarno-Hatta dan diubah menjadi Divisi Perawatan & Rekayasa.
Tahun 1998 menjadi momen penting ketika divisi tersebut diubah menjadi unit bisnis strategis dengan nama Garuda Maintenance Facility (GMF). Kemudian, pada tahun 2002, unit bisnis ini resmi dipisahkan menjadi entitas perusahaan tersendiri dengan nama “PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia.”
Pada tahun 2013, perusahaan ini memperluas usahanya dengan membentuk dua unit bisnis strategis baru, yaitu Perawatan Mesin dan Mesin Gas Turbin Industrial. Tidak berhenti di situ, pada tahun 2015, GMF AeroAsia memulai pengoperasian Hangar 4 yang dikenal sebagai hangar pesawat terbang berbadan sempit terbesar di dunia.
BACA JUGA: Booth UM Terdepan dalam Inovasi
Pada tahun 2016, Kementerian Keuangan memberikan status sebagai Pusat Logistik Berikat kepada perusahaan ini. Puncaknya, pada tahun 2017, PT GMF AeroAsia Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia, menandai langkah penting dalam perkembangan bisnisnya di industri aviasi.












