Rommy Cs Disebut sebagai Dalang Turbulensi Besar PPP

RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Menjelang Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dijadwalkan pada 27–29 September 2025 di Jakarta, suhu politik internal partai mulai memanas.

Dua nama besar yang disebut-sebut akan bersaing memperebutkan kursi ketua umum ialah Muhamad Mardiono, Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, serta mantan Menteri Perdagangan RI, Agus Suparmanto.

Namun, di balik dinamika menuju muktamar, PPP masih dibayangi turbulensi besar yang menurut tokoh senior Syaifullah Tamliha menjadi badai politik terparah sejak era 1990-an.

BACA JUGA: Mardiono Berpotensi Unggul, Agus Suparmanto Terganjal Rekam Jejak Kontroversialnya

Menurut Syaifullah, kepemimpinan Suharso Monoarfa yang sah berdasarkan hasil muktamar tiba-tiba diguncang manuver sejumlah elite internal. Ia bahkan menggambarkan kondisi partai kala itu seperti pesawat yang kehilangan kendali. “Banyak penumpang pesawat yang patah-patah, banyak yang terlempar-lempar di bawah kepemimpinan Pak Mardiono,” ungkapnya dalam kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, dikutip Minggu (21/9/2025).

Dalang

Lebih jauh, Syaifullah menyebut Romahurmuziy atau Rommy yang menjadi dalang turbulensi besar PPP. Ia dituding menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang disebut “abal-abal” untuk menyingkirkan Suharso. Padahal, menurut aturan partai, pergantian ketua umum hanya sah melalui muktamar atau muktamar luar biasa.

Syaifullah masih mengingat jelas saat dirinya menerima pesan singkat yang menyebut bahwa Suharso telah mundur. Namun, kabar itu segera terbantahkan setelah ia menelpon langsung Suharso yang kala itu berada di Doha. “Beliau bilang tidak pernah mengundurkan diri,” tegasnya.

Keesokan harinya, pertemuan di Jakarta justru memperlihatkan ketegangan. Bahkan, sempat hampir terjadi adu fisik antara Romi dengan anak Suharso.

Situasi semakin panas ketika Rommy menekan Suharso untuk mundur. “Kalau Bapak tidak mau mundur, jangan harap ada caleg DPR RI 2024 dari PPP,” kata Rommy seperti ditirukan Syaifullah.

Tak hanya itu, Rommy juga sempat menelpon Syaifullah untuk menuduhnya menghasut. Namun, ia menepis tudingan tersebut. “Saya ini tim perumus ADRT. Saya tahu pasal mana yang dilanggar,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed