1.000 Koperasi
Sementara itu, Menteri Koperasi sekaligus Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Kopdeskel, Ferry Juliantono, menyampaikan bahwa mulai hari ini sekitar 1.000 Koperasi Desa Merah Putih sudah bisa mencairkan pinjaman dengan total Rp1 triliun.
“Pengurus koperasi diminta segera menyusun proposal bisnis dan mengajukannya ke Bank Himbara. Modalnya sudah ada, plafonnya maksimal Rp3 miliar per koperasi,” jelas Ferry.
Sedangkan sebanyak 16.000 koperasi desa lainnya yang sudah mengajukan proposal masih menunggu terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) baru untuk dapat mengakses pembiayaan. Proposal bisnis, kata Ferry, akan difokuskan pada pengelolaan gerai, gudang, logistik, hingga apotek dan klinik desa.
Ferry juga menambahkan, pemerintah sedang berupaya menurunkan bunga kredit Himbara di bawah 6% agar lebih terjangkau. Risiko gagal bayar atau non-performing loan (NPL) akan diantisipasi dengan pendampingan ketat dari bank penyalur.
“Mudah-mudahan tidak ada NPL. Proposal bisnis juga akan didampingi oleh Himbara, sehingga koperasi bisa menjalankan usahanya dengan sehat,” ujarnya.
Dengan adanya kucuran dana ini, operasional Kopdeskel diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Selain memperkuat ketahanan pangan, koperasi desa juga diharapkan bisa memperluas akses perbankan bagi masyarakat pedesaan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tengkulak.
BACA JUGA: Waspada Amarah Berlebihan, Bisa Jadi Tanda Gangguan Kejiwaan
“Ini angin segar bagi koperasi desa. Modal sudah ada, aturan jelas, tinggal percepatan pelaksanaan,” tutup Zulhas.












