Sebelum Berlaga di Putri Indonesia 2026, Karina Moudy Sambangi Kantor Apkasi untuk Minta Restu

RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Menjelang keikutsertaannya di ajang nasional Putri Indonesia 2026, Karina Maudi Widodo atau yang akrab disapa Karina Moudy melakukan kunjungan penuh makna ke Kantor Sekretariat Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia di Jakarta, Selasa (31/03/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan menjadi momen emosional bagi Karina untuk kembali ke “akar” perjalanan kariernya. Ia datang untuk memohon restu sebelum melangkah ke panggung nasional, sekaligus mengenang awal mula kiprahnya di dunia pageant.

Didampingi sang ibu, Karina yang kini menyandang gelar Putri Indonesia DKI Jakarta 3 2026, disambut langsung oleh Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, bersama perwakilan Yayasan Putri Otonomi Indonesia (POI).

BACA JUGA: 416 Kabupaten Hadapi Tantangan Serius, Apkasi Dorong Terobosan Besar Ini

Kembali ke Akar Perjalanan

Dalam suasana hangat dan penuh nostalgia, Karina mengungkapkan bahwa Apkasi memiliki tempat istimewa dalam perjalanan hidupnya. Ia pernah mewakili Kabupaten Pati dan meraih posisi Runner-up Putri Otonomi Indonesia 2023.

“Maksud kedatangan saya ke sini adalah untuk kembali ke akar, kembali ke tempat di mana semuanya bermula. Meskipun sekarang saya mewakili Jakarta, saya tidak pernah lupa bahwa semangat dan ilmu saya berangkat dari desa, dari keluarga besar Apkasi dan Yayasan POI,” ujar Karina.

Ia menegaskan bahwa pengalaman di daerah menjadi fondasi penting yang membentuk kepercayaan dirinya hingga berani melangkah ke tingkat nasional. Baginya, perjalanan dari daerah ke ibu kota adalah bukti nyata bahwa talenta lokal mampu bersaing di panggung yang lebih luas.

Menanggapi kunjungan tersebut, Sarman Simanjorang mengapresiasi sikap Karina yang tetap rendah hati dan tidak melupakan asal-usulnya. Ia bahkan mengutip pesan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, “Jas Merah” — Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah.

Menurutnya, keberhasilan Karina merupakan cerminan dari visi Apkasi dalam mengangkat potensi putri daerah melalui ajang Putri Otonomi Indonesia.

“Tujuan utama kami adalah mengangkat talenta-talenta dari kabupaten yang selama ini potensinya terpendam. Kami ingin memberikan panggung agar mereka bisa naik ke level maksimum,” jelas Sarman.

Ia juga memaparkan deretan prestasi alumni POI di tingkat nasional. Di antaranya Jelita Gabriela (POI 2022) yang berhasil menembus Top 16 Putri Indonesia, serta Firsta Yufi Amarta (POI 2023) yang sukses meraih gelar juara pertama Putri Indonesia 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *