Kekurangan
Meski menjanjikan cerita segar, ternyata Jadi Tuh Barang juga menuai beberapa catatan dari penonton yang sempat menyaksikan cuplikan dan trailer-nya.
Beberapa menganggap alur komedinya terasa “maksa” di beberapa bagian. Selain itu, perpaduan antara drama romantis dan komedi slapstick dinilai belum sepenuhnya seimbang.
Tak sedikit pula warganet yang menyebut bahwa pengembangan karakter sampingan terasa terburu-buru. Padahal, mereka bisa menjadi bumbu menarik yang memperkaya cerita. Beberapa adegan juga dianggap terlalu absurd sehingga memecah fokus dari konflik utama.
Kendati demikian, Jadi Tuh Barang tetap menawarkan hiburan yang ringan dan penuh tawa. Bagi pencinta film lokal, kisah persahabatan tiga sahabat yang mencoba bertahan hidup dengan cara tak biasa ini menjadi tontonan yang sayang untuk dilewatkan.
BACA JUGA: Jumlah Penonton Film Sukma Meledak, Dinilai Laris Bukan Karena Baim Wong Tapi Ini
Film ini bukan hanya mengajak penonton tertawa, tetapi juga merenungkan arti dukungan dan perjuangan bersama sahabat di tengah keterpurukan.








