William juga menyoroti bahwa regulasi sering kali tertinggal dari inovasi global. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan regulasi yang inklusif.
“Pendidikan dan pelatihan ulang tenaga kerja harus jadi prioritas untuk memastikan keberlanjutan ekonomi dan sosial,” tambahnya.
Dia juga mengatakan transformasi digital bisa menyesuaikan kebutuhan teknologi tanpa menciptakan pengangguran. Ia memberikan contoh sektor otomotif yang kini lebih berbasis teknologi.
“Kita perlu meningkatkan daya saing dengan memperluas akses pendidikan dan pelatihan bagi pekerja,” ujar William.
Selama diskusi, peserta sepakat bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan akademisi adalah kunci menghadapi perubahan teknologi. Dengan kerangka kerja yang tepat, transformasi digital dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Asia Pasifik.
BACA JUGA: Ribuan Buruh Akan Geruduk Istana Presiden Prabowo Besok Kamis, Ada Apa Ya?
Acara ini menjadi forum penting bagi serikat buruh dan menunjukkan komitmen Indonesia dalam menghadapi tantangan teknologi digital secara kolaboratif dan inklusif.












