Selain itu, Rudi menambahkan bahwa semakin banyak perempuan yang terlibat, maka praktik money politics dalam Pilkada diharapkan bisa berkurang.
Sinergi Muslimat dan Kesbangpol
Sementara, Ketua Muslimat PCNU Kabupaten Lebak, Dra. Yayah Suhayah, M.Si, mengatakan seminar ini bertujuan untuk menyadarkan perempuan agar berperan aktif dalam menciptakan Pilkada yang damai dan bebas dari praktik negatif.
“Muslimat memiliki posisi strategis, dengan banyak anggota aktif di PKK, pengajian, dan posyandu. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan Kesbangpol untuk memastikan Pilkada Lebak aman dan damai,” jelas Yayah Suhayah.
Dengan demikian, melalui sinergi antara Muslimat NU dan Kesbangpol Kabupaten Lebak, diharapkan Pilkada dapat berjalan lebih baik, bebas dari money politics, dan lebih memperhatikan hak perempuan dalam demokrasi.
BACA JUGA:Â Adakan Rakorcab, Ansor Lebak Inginkan Kepemimpinan yang Menguatkan
Seminar ini pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Kabupaten Lebak mengenai pentingnya partisipasi perempuan dalam Pilkada yang bersih dan damai. Secara keseluruhan, ini menjadi langkah positif menuju Pilkada yang lebih inklusif dan transparan.












