Selain melalui instrumen fiskal, pemerintah juga berupaya menjaga arus investasi serta menyelaraskan kebijakan dengan Bank Indonesia agar sektor keuangan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih optimal. Sinkronisasi kebijakan dinilai penting untuk menjaga stabilitas sekaligus memperluas pembiayaan bagi dunia usaha.
Di sisi lain, pemerintah terus memperbaiki iklim investasi melalui proses debottlenecking bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian guna mengatasi hambatan regulasi dan mempercepat realisasi proyek.
Dengan kombinasi belanja fiskal, dukungan sektor keuangan, serta penguatan investasi, pemerintah optimistis prospek ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini tetap solid dan mampu bergerak menuju target pertumbuhan mendekati 6 persen.
BACA JUGA:Â Said Didu Masih Percaya Ada Harapan di Tangan Prabowo












