RUANGBICARA.co.id, Lebak – Menjelang Muktamar X, dinamika politik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Banten semakin memanas.
Usai Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) DPC PPP Kabupaten Lebak, pernyataan Wakil Ketua DPW PPP Banten, Muflikhah, menyita perhatian publik. Ia menilai Ketua DPW PPP Banten, Subadri Ushuludin, seharusnya meneladani perjalanan politik Mardiono, bukan justru menunjukkan arah dukungan berbeda.
BACA JUGA: Tak Jagokan Mardiono di Muktamar, Ketua DPW PPP Banten Dinilai Abaikan Ikatan Emosional
Muflikhah menjelaskan, Mardiono bukan sosok asing bagi PPP Banten. Ia pernah menjabat sebagai bendahara DPW, ketua DPW, hingga ke DPP. Bahkan, di masa kepemimpinan Mardiono sebagai Ketua DPW, PPP Banten mampu menambah kursi dari lima menjadi delapan sekaligus mendudukkan kadernya sebagai pimpinan DPRD.
“Pak Subadri itu kan juniornya. Harusnya berguru pada waktu Pak Mardiono jadi ketua DPW, beliau bisa mengangkat kursi dari lima menjadi delapan. Itu masa keemasan PPP Banten,” ujar Muflikhah kepada Ruang Bicara, Rabu (17/9/2025).
Lebih jauh, Muflikhah menilai sikap Subadri yang secara terbuka mendukung calon lain untuk posisi Ketua Umum PPP seharusnya tidak dilakukan atas nama Ketua DPW. Menurutnya, ada mekanisme resmi yang mesti ditempuh, salah satunya melalui Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil).
“Kalau atas nama pribadi silakan, tapi kalau atas nama Ketua DPW tidak boleh bicara sendiri. Ada mekanismenya, ada Mukerwil,” tegasnya.
Ia menambahkan, bila dirinya yang menjabat sebagai Ketua DPW, tentu akan lebih mempertimbangkan rekam jejak dan ikatan emosional Mardiono dengan Banten.







