Tak Hanya Sinopsis, Film Those Who Wish Me Dead Ternyata Simpan Banyak Kejanggalan

RUANGBICARA.co.id – Film thriller bertema survival, Those Who Wish Me Dead, kembali menjadi perbincangan pecinta film. Dibintangi oleh Angelina Jolie dan disutradarai oleh Taylor Sheridan, film ini tak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga menyisakan sejumlah kejanggalan dalam alur ceritanya.

Diadaptasi dari novel karya Michael Koryta, film ini mengusung genre survival action dengan latar hutan luas di Amerika. Secara garis besar, cerita berpusat pada karakter Hannah, seorang pemadam kebakaran yang dihantui trauma masa lalu akibat gagal menyelamatkan korban kebakaran hutan.

BACA JUGA: 5 Film Animasi Penuh Makna, Teman Setia Ngumpul Keluarga di Tahun Baru Imlek!

Sinopsis Singkat

Cerita dimulai dengan gambaran tragedi kebakaran hutan yang menewaskan sejumlah korban jiwa. Trauma tersebut terus membayangi Hannah dalam kesehariannya sebagai petugas pemadam kebakaran.

Di sisi lain, kisah beralih pada seorang akuntan forensik bernama Owen yang mengetahui rahasia besar. Ia bersama anaknya, Connor, menjadi target dua pembunuh bayaran. Dalam upaya melarikan diri, Owen mengalami kecelakaan fatal dan menitipkan bukti penting kepada Connor sebelum akhirnya tewas.

Connor kemudian bertemu dengan Hannah di tengah hutan. Situasi semakin mencekam ketika dua pembunuh bayaran nekat membakar hutan demi menghilangkan jejak sekaligus membunuh Connor. Dalam kondisi tanpa akses komunikasi akibat badai, Hannah dan Connor harus bertahan hidup sekaligus mencari cara mengungkap kebenaran.

Dari sisi visual, film ini menghadirkan panorama alam hutan yang luas dan indah. Sinematografi yang menampilkan lanskap alam Amerika menjadi salah satu daya tarik utama yang memanjakan mata penonton.

Namun, di balik keunggulan visual tersebut, film ini dinilai memiliki sejumlah kelemahan, terutama pada alur cerita. Beberapa adegan dianggap kurang logis, bahkan memunculkan banyak plot hole yang membuat cerita terasa kurang solid.

Banyak Kejanggalan

Salah satu kritik utama terhadap film ini adalah kurangnya penjelasan mendalam mengenai latar belakang karakter. Trauma masa lalu Hannah hanya disinggung sekilas tanpa eksplorasi lebih lanjut.

Tak hanya itu, motif para pembunuh bayaran juga terasa kabur. Penonton tidak mendapatkan gambaran jelas mengenai alasan di balik aksi brutal mereka, termasuk keputusan ekstrem membakar hutan yang terkesan tidak masuk akal.

Karakter Owen dan pihak yang terlibat dalam kasus yang ia bongkar pun minim penjelasan, sehingga membuat konflik utama terasa kurang kuat.

Meski Hannah dan Connor digambarkan sebagai tokoh utama, porsi mereka justru terasa kalah kuat dibanding dua antagonis dalam film. Hal ini membuat fokus cerita terpecah dan mengurangi kedalaman emosional yang seharusnya bisa dibangun.

Padahal, dengan sosok Angelina Jolie sebagai pemeran utama, ekspektasi terhadap karakter Hannah cukup tinggi. Sayangnya, karakter tersebut dinilai kurang memiliki karisma dan pengembangan yang maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *