Kebiasaan Sepele
Tak hanya soal kesehatan gigi, kebiasaan sehari-hari saat puasa juga berpengaruh. Terlalu banyak tidur atau jarang berbicara bisa membuat mulut semakin kering.
“Kalau dari pagi sampai sore hanya diam dan tidur, pasti bau sekali,” ujar drg. Pandu.
Aktivitas ringan seperti berbicara, membaca, atau menggerakkan bibir membantu sirkulasi udara di dalam rongga mulut dan mengurangi kondisi lembap yang memicu bau.
Selain itu, makanan saat sahur juga perlu diperhatikan. Makanan terlalu pedas, kopi berlebihan, hingga pete dan jengkol dapat memicu gangguan lambung yang berdampak pada bau mulut.
Sebaliknya, konsumsi buah dan sayur tinggi serat lebih dianjurkan untuk menjaga kesehatan pencernaan dan rongga mulut.
Kapan Harus Waspada?
Jika bau mulut tidak membaik meski sudah rajin menyikat gigi dengan teknik yang benar, menggunakan dental floss, membersihkan lidah, dan menjaga pola makan, maka sudah saatnya berkonsultasi ke dokter gigi.
drg. Pandu bahkan menyarankan kontrol rutin setiap 1–3 bulan sekali, tanpa harus menunggu munculnya rasa sakit.
“Tidak perlu menunggu sakit untuk kontrol. Justru sebelum ada masalah, itu yang terbaik,” tegasnya.
Pemeriksaan gigi saat puasa pun tidak membatalkan puasa, selama tidak menelan obat.
Bau mulut saat puasa memang umum terjadi, tetapi jangan langsung menganggapnya sepele. Jika disertai gejala lain seperti gusi berdarah, nyeri, atau gangguan lambung, bisa jadi itu tanda penyakit yang lebih serius.
BACA JUGA: Ada 13 Tata Cara Sholat Tarawih di Rumah Sendirian, Simak Beserta Bacaan Niat dan Doa Lengkap
Menjaga kebersihan gigi dan mulut, tetap aktif, serta rutin memeriksakan diri ke dokter menjadi langkah penting agar puasa tetap nyaman dan kesehatan tetap terjaga.












