Tiyo Ardianto Sebut MBG ‘Makanan Beracun Gratis’

Pendidikan Kritis bagi Anak-anak

Meski kritis, Tiyo melihat ada sisi positif dari MBG. Anak-anak yang berinteraksi langsung dengan kebijakan negara belajar menilai kualitas makanan dan membangun kesadaran kritis sejak dini. Pengalaman ini disebutnya sebagai revolusi epistemik yang menumbuhkan kemampuan generasi muda untuk menilai kebijakan pemerintah secara kritis.

Tiyo menekankan pentingnya masyarakat tetap waspada terhadap simbolisme politik, di mana pemerintah menampilkan kebijakan seolah pro-rakyat namun tidak menyelesaikan masalah mendasar. Ia menggambarkan pendekatan pemerintah seperti “parasetamol” yang meredakan rasa sakit tanpa menyembuhkan penyakit.

“Simbolisme politik ini jadi makanan sehari-hari kita. Kita harus jeli agar tidak terjebak dalam retorika pemerintah yang hanya meredakan protes tanpa memperbaiki akar masalah,” jelasnya.

BACA JUGA: Defisit APBN Awal 2026 Tembus Rp54,6 Triliun, Ini Alasannya

Terakhir, Tiyo menegaskan bahwa program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih perlu dievaluasi secara mendalam, terutama dari sisi implementasi dan dampaknya terhadap pendidikan serta ekonomi rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *