Namun, ia tidak berhenti di situ. Selanjutnya, beliau menyelesaikan Pendidikan Guru Agama (PGA) tingkat atas pada tahun 1962. Kemudian, pada tahun 1965, beliau melanjutkan studi ke Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, dan berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 1971.
Tidak hanya itu, KH Saberan juga melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Program magister ditempuhnya di Universitas King Abdul Aziz, Mekkah, pada tahun 1976, dan doktoralnya diselesaikan di Universitas Ummul Qura, Mekkah, pada tahun 1982. Desertasi doktoralnya yang bertema hadits menjadi karya monumental yang sangat diapresiasi.
Kiprah di Dunia Pendidikan dan Dakwah
Setelah menyelesaikan pendidikannya, KH Saberan Afandi memulai kiprahnya di dunia pendidikan dan dakwah. Beliau dikenal luas sebagai ulama dan pendidik yang tawadhu. Sebagai pemimpin, ia menjabat sebagai pimpinan Pondok Pesantren Ummul Qura di Desa Bayur, Kecamatan Haur Gading, dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu al-Qur’an (STIQ) Rakha Amuntai sejak tahun 2000.
Selain itu, beliau juga aktif mengajar di berbagai institusi pendidikan, termasuk LIPIA Jakarta, IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Antasari Banjarmasin. Di sisi lain, keterlibatannya dalam organisasi seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Utara menunjukkan komitmen beliau dalam membangun umat.
Teladan dan Warisan Berharga
Lebih jauh lagi, KH Saberan Afandi meninggalkan warisan yang tidak ternilai, baik dalam ilmu maupun kontribusi terhadap pendidikan Islam di Kalimantan Selatan. Beliau turut menyusun Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang menjadi rujukan penting. Selain itu, rutinitas beliau dalam mengisi majelis taklim menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Jenazah KH Saberan Afandi dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Pondok Pesantren Ummul Qura, Desa Bayur. Adapun, salat jenazah dilakukan di Musala Ponpes Ummul Qura dan Masjid Rakha Amuntai setelah salat dzuhur.
BACA JUGA:Â Apa Itu Sholat Lil Unsi fil Qabri? Bisa Dihadiahkan ke Keluarga yang Sudah Meninggal
Pada akhirnya, semoga segala amal baik KH Saberan Afandi diterima di sisi Allah SWT. Semoga juga, beliau menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan perjuangan di bidang pendidikan dan dakwah.










