Klaim Dampak Ekonomi MBG
Menanggapi tudingan bahwa MBG adalah program bermasalah, Naniek justru menyebut program ini membawa dampak ekonomi besar.
Bahkan, menurutnya, 83 juta anak menerima makanan bergizi, 11,8 juta tenaga kerja terserap (1,2 juta langsung bekerja di SPPG), 800 ribu UMKM/koperasi mendapat peluang usaha dan 6–8 juta petani dan peternak terlibat dalam rantai pasok.
Selain itu, pembangunan 33–35 ribu dapur SPPG disebut telah mendorong investasi swasta Rp90–100 triliun. Dampaknya meluas ke sektor konstruksi, pabrik peralatan dapur, otomotif, hingga UMKM bahan bangunan.
Bahkan, kebutuhan dua mobil operasional per dapur disebut berpotensi mendorong penjualan 66–70 ribu unit kendaraan niaga.
Perbandingan dengan Program Bansos
Naniek juga membandingkan MBG dengan program bantuan sosial (bansos) yang menurutnya setiap tahun menelan anggaran Rp560–570 triliun dan dikelola 27 kementerian/lembaga.
“Program MBG anggarannya Rp260–300 triliun dan dikelola satu lembaga, BGN. Tapi dampak ekonomi berputarnya sangat besar,” ujarnya.
Dengan demikian, Naniek menyindir kritik dari mahasiswa ini terhadap Presiden Prabowo Subianto atas program MBG.
“Apapun yang disampaikan orang sah-sah saja. Tapi kalau disebut kebodohan, justru program ini melahirkan generasi sehat, jutaan orang bekerja, dan perekonomian bangkit,” pungkasnya.
BACA JUGA: BGN Tepis Isu Pemberian MBG Saat Libur Sekolah Bikin Boros Anggaran
Hingga kini, isu Makan Bergizi Gratis (MBG) pun masih menjadi perdebatan publik. Di satu sisi menuai kritik, di sisi lain pemerintah melalui BGN menegaskan adanya sistem pengawasan ketat dan dampak ekonomi yang luas.












