Sementara untuk anggaran Rp15.000, komposisinya serupa, namun biaya bahan baku lebih besar, yakni Rp10.000.
“Dimana letak dimalingnya dari anggaran 13-15 ribu/MBG itu?” tegas Naniek.
Menyoal Insentif
Naniek juga menjelaskan soal insentif Rp6 juta per hari yang ramai diperbincangkan. Menurutnya, dana tersebut merupakan bentuk penggantian investasi mitra atau yayasan yang telah membangun dapur MBG.
Ia menyebut, mitra harus membangun dapur seluas sekitar 400 meter persegi lengkap dengan peralatan modern serta menyediakan ompreng (wadah makanan). Nilai investasi yang dikeluarkan mitra berkisar antara Rp3 miliar hingga Rp6 miliar, tergantung wilayah.
“Mengapa Yayasan Mitra diberi insentif 6 juta/hari? Karena kan mereka investasi bangun dapur seluas 400 meter yang lengkap dengan peralatan modern dapur dan juga menyediakan ompreng. Investasi Mitra dari 3 miliar–6 miliar tergantung wilayahnya. Lah kalau tidak diberikan insentif atau bahasanya sewa, terus siapa yang mengembalikan investasi Mitra sebesar 3–6 miliar itu?,” ucapnya.
Lebih lanjut, Naniek menjelaskan bahwa anggaran MBG dikirim langsung dari Kementerian Keuangan ke dapur-dapur SPPG melalui virtual account (VA) rekening bersama antara Kepala SPPG dan mitra/yayasan.
BACA JUGA: 108 Calon Lolos Seleksi, KPI Buka Pintu Publik Telusuri Rekam Jejaknya
“Uang 13 ribu–15 ribu/anak untuk MBG itu dikirim dari Kementerian Keuangan langsung ke dapur-dapur (SPPG) melalui VA rekening bersama KaSPPG dengan Mitra/Yayasan. Setiap pengeluaran KaSPPG dan Mitra harus ngeklik bersama-sama,” tukas Naniek.







