12 Motif Unik Batik Banten yang Wajib Kamu Tahu

RUANGBICARA.co.idBatik Banten kini menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Provinsi Banten. Sebuah seni kain yang memiliki sejarah panjang dan bermakna dalam setiap motifnya.

Perkembangan seni batik telah membawa kemajuan di berbagai wilayah, dan batik Banten bukanlah pengecualian. Dalam upaya menggali kearifan lokal, Pemerintah Provinsi Banten memulai inventarisasi kekayaan budaya setempat, yang kemudian melahirkan Batik Banten.

Asal-usul Batik Banten

Perjalanan Batik Banten dimulai sebagai inisiatif Pemerintah Provinsi pada tahun 2002. Pada tahun 2003, dengan didukung oleh Surat Keputusan Gubernur, dibentuklah panitia peneliti untuk mengkaji lebih lanjut seni batik khas Banten.

Proses penelitian mengambil sumber dari data arkeologis, menggali keadaan Banten pada masa lalu. Motif batik Banten terinspirasi dari kekayaan budaya di wilayah ini, terutama dari bangunan arkeologis pada masa Sultan Maulana Hasanuddin, pendiri Kesultanan Banten.

Motif Batik Banten yang Unik

Setelah penelitian yang cermat, ditemukan bahwa Banten memiliki tradisi membatik pada masa lalu, seperti Brooven Rim Rood atau yang dikenal sebagai SIMBUT pada abad ke-17. Penemuan puing gerabah di wilayah Banten Lama dan Baten Girang juga memberikan sumbangan berharga untuk menyusun motif batik.

Dari penelitian ini, lahirlah 12 motif unik seperti Datulaya, Mandalikan, Kapurban, Kawangsan, Pamaranggen, Pancaniti, Pasepen, Pasulaman, Pejantren, Sabakinking, Srimanganti, dan Surosowan.

Berikut ini masing-masing motif yang memiliki makna dan cerita tersendiri dalam merefleksikan warisan sejarah Banten:

Baca juga: Rayakan Hari Batik Nasional 2023 dengan Twibbon! Ini Linknya

1. Datulaya

Datulaya, yang berarti tempat tinggal pangeran, menggambarkan keindahan tempat pangeran yang dipenuhi dengan bunga. Warna kuning, abu-abu, dan biru memberikan kehangatan pada kisah indah ini.

2. Mandalikan

Mandalikan, mengambil nama Pangeran Arya Mandalikan, putra dari Sultan Hasanuddin. Motif ini hadir dengan warna krem, abu-abu, dan coklat, mencerminkan sifat rendah hati dan kuat Pangeran Mandalikan.

3. Kapurban

Kapurban berasal dari nama Pangeran Purba, anak Sultan Ageng Tirtayasa. Warna hitam, jingga, dan putih menciptakan motif yang mencerminkan kejujuran dan ketegasan Pangeran Purba.

4. Kawangsan

Kawangsan, mengambil nama desa tempat tinggal Pangeran Wangsa, dengan warna biru tua, merah muda, dan coklat kemerahan. Motif ini menggambarkan Pangeran Wangsa yang berani, lembut, dan penuh keteguhan iman.

5. Pamaranggen

Motif Pamaranggen berasal dari desa tempat pembuatan keris, dengan warna putih, coklat muda, hitam, dan merah. Pamaranggen menunjukkan sifat arif, berani, tegas, suci, dan ketulusan hati.

6. Pancaniti

Pancaniti, yang berarti singgasana tempat raja memantau prajuritnya, memiliki warna ungu, jingga, dan biru. Motif ini melambangkan semangat, kedudukan tinggi, kejayaan, dan kebangsawanan.

7. Pasepen

Pasepen, nama tempat bertapa Sultan Agung, hadir dengan warna hitam, hijau, abu-abu, dan putih. Motif ini melambangkan ketakwaan, ketenangan, ketulusan hati, dan keteguhan hati.

8. Pasulaman

Motif Pasulaman diambil dari nama desa sebagai lokasi para pengrajin sulam. Warna coklat muda, merah, hijau, dan putih menciptakan makna kerendahan hati, kesuburan, keberanian, semangat, dan ketulusan hati.

9. Pejantren

Pejantren diambil dari tempat pengrajin tenun dengan warna putih, biru, dan merah. Motif ini menggambarkan sifat murah hati, keberanian, semangat, dan ketulusan hati.

10. Sabakinking

Sabakinking mengambil nama agelar Sultan Maulana Hasanudin. Warna kuning, krem, coklat kemerahan, dan hitam mencerminkan sifat lembut, arif, pemberani, agung, dan tangguh hati Sultan Hasanudin.

11. Srimanganti

Srimanganti diambil dari nama bangunan istana raja bertatap muka dengan rakyatnya. Warna merah tua, coklat tua, dan hitam menciptakan makna sifat raja yang arif, teguh hati, dan pemberani.

12. Surosowan

Surosowan diambil dari nama tempat pusat pemerintahan di Banten, dengan warna kuning, hitam, putih, dan hijau. Motif ini melambangkan kesuburan, kemakmuran, keteguhan hati, ketulusan hati, kejayaan, dan ketakwaan kepada Tuhan.

Setiap motif Batik Banten bukan hanya sekadar kain, melainkan sebuah kisah yang harus kita jaga agar tetap hidup dan berkembang. Mari lestarikan kekayaan budaya Indonesia, dan kenali lebih dalam 12 motif unik Batik Banten yang memukau ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *