180 Hektar di Lebak Disiapkan Kadin Indonesia untuk Riset Pertanian Berbasis Biochar

Perbaikan Lahan Kritis

Lebih lanjut, Devi menegaskan bahwa teknologi biochar tidak bisa berdiri sendiri. Menurutnya, penerapannya tetap membutuhkan dukungan pupuk dan mikroba. Karena itu, Kadin Indonesia mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar lahan kritis di Indonesia bisa segera dipulihkan.

“Jika lahan tidak segera diperbaiki, ketahanan pangan tidak akan tercapai. Karena itu, langkah pertama adalah perbaikan lahan, lalu produktivitas bisa meningkat,” tegasnya.

Tidak hanya pendampingan lapangan, Kadin juga melakukan pembinaan petani secara digital dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Melalui kerja sama dengan Nex Bio Academy, penyuluhan bisa dilakukan lebih cepat dan menjangkau petani di seluruh Indonesia.

“Kalau penyuluhan hanya dilakukan secara offline, butuh waktu lama untuk menjangkau seluruh Indonesia. Dengan AI, pembinaan bisa lebih efektif,” jelas Devi.

BACA JUGA: Kadin Sikapi RUU Penyiaran dengan Menggelar FGD

Dengan adanya pusat riset di Lebak, Kadin Indonesia berharap program ini bisa mendukung pemulihan lahan kritis, meningkatkan produktivitas petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *