RUANGBICARA.co.id – Setelah 27 hari pencarian penuh tantangan, seluruh pekerja yang terjebak dalam insiden longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akhirnya ditemukan. Namun, kabar duka menyelimuti proses tersebut. Tujuh pekerja yang sebelumnya dinyatakan hilang, kini seluruhnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada 8 September 2025 pukul 22.00 WIT. Longsoran material basah seberat sekitar 800.000 ton menutup akses area kerja tambang bawah tanah. Kondisi ini membuat proses pencarian dan evakuasi menjadi sangat sulit dan berisiko tinggi bagi tim penyelamat.
BACA JUGA: Sanae Takaichi Jadi PM Perempuan Pertama Jepang, Bikin Geger Dunia Politik
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, mengumumkan bahwa pencarian resmi dinyatakan berakhir pada 6 Oktober 2025.
“Seluruh tujuh rekan kerja kami yang terdampak insiden pada 8 September 2025 telah ditemukan, dan proses penyelamatan dinyatakan selesai,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip, Rabu (8/10/2025).
Upaya Penyelamatan
Pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan PTFI bersama Kementerian ESDM, Polres Mimika, Basarnas, dan BPBD setempat. Dua korban pertama, Wigih Hartono dan Irawan dari PT Cita Contract, ditemukan pada 20 September 2025. Sementara lima korban lainnya — Zaverius Magai, Holong Gembira Silaban, Dadang Hermanto, Balisang Telile, dan Victor Bastida Ballesteros — berhasil ditemukan pada 5 Oktober 2025.
Proses evakuasi berlangsung sangat hati-hati karena area tambang yang tidak stabil. Selain itu, kedalaman lokasi, volume material longsoran besar, serta kondisi lembap dan minim ventilasi membuat pencarian berlangsung lambat.












