RUANGBICARA.co.id, Pangandaran – Pernyataan Gubernur Jawa Barat yang menyebut Kabupaten Pangandaran dalam kondisi “setengah sekarat” kembali menimbulkan keprihatinan publik.
Ungkapan itu memperkuat kekhawatiran masyarakat mengenai lemahnya tata kelola pemerintahan dan buruknya pelayanan publik di wilayah tersebut.
Menanggapi hal itu, seorang pemuda asal Pangandaran, Najmul Umam, mengungkapkan keresahannya. Ia menilai Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Bupati Citra dan Wakil Bupati Ino belum menunjukkan perubahan berarti sejak dilantik.
BACA JUGA: 100 Hari Dinilai Gagal Total, Bupati Pangandaran Dikecam hingga Aksi Ricuh Warnai Unjuk Rasa
“Sejak pasangan Citra-Ino menjabat, dalam 100 hari kerja sudah terjadi hampir 10 kali unjuk rasa di berbagai tempat. Ini bukan dinamika biasa, tetapi pertanda adanya masalah sistemik yang belum terselesaikan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (9/6/2025).
Selanjutnya, Najmul menjelaskan bahwa aksi protes datang dari berbagai kalangan. Mulai dari petani, pedagang, tenaga honorer, kelompok sadar wisata, hingga orang tua murid. Menurutnya, mereka menyuarakan keluhan yang serius.
“Keluhan masyarakat sangat beragam, mulai dari buruknya layanan kesehatan, kurangnya dukungan untuk petani, gaji honorer yang tak dibayar, hingga sektor pariwisata yang semakin lesu. Belum lagi soal pengelolaan sampah yang semrawut dan ruang aspirasi publik yang makin tertutup,” jelasnya.






