RUANGBICARA.co.id – Baru-baru ini Toge Productions tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya di platform X (Twitter). Polemik ini mencuat setelah CEO Toge Productions, Kris Antoni, menyampaikan curahan hatinya terkait persoalan pajak yang dialami perusahaannya.
Curhatan tersebut bukan hanya ramai dibahas warganet, tetapi juga menarik perhatian pelaku industri game hingga kalangan praktisi pajak. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi dan apa kaitannya dengan amortisasi dalam konteks perpajakan?
BACA JUGA:Â Mengenal TheoTown, Game Simulasi Kota yang Kembali Naik Daun di Awal 2026
Awal Mula Polemik
Dalam unggahannya, Kris Antoni mengungkapkan kekecewaannya setelah mengajukan restitusi pajak karena merasa terjadi kelebihan bayar. Namun, alih-alih menerima pengembalian dana, pihaknya justru disebut mengalami kurang bayar pajak dengan nilai yang tidak sedikit.
Persoalan ini dikabarkan berkaitan dengan perlakuan biaya gaji karyawan dalam proses pengembangan game. Menurut penjelasan yang beredar, biaya tersebut dinilai perlu diamortisasi, bukan langsung dibebankan sebagai biaya pada tahun berjalan.
Sebagai informasi, Toge Productions dikenal sebagai developer dan publisher game asal Indonesia yang telah berkiprah lebih dari 15 tahun. Salah satu judul populernya adalah A Space for the Unbound, yang mendapat pengakuan luas dan dimainkan oleh streamer internasional maupun lokal.
Apa Itu Amortisasi dalam Konteks Pajak?
Isu utama dalam polemik ini adalah soal amortisasi, khususnya terhadap biaya gaji karyawan dalam proses pengembangan software atau game.
Secara umum, dalam akuntansi dan perpajakan:
1. Biaya Langsung (Expense)
Biaya langsung biasanya diakui sebagai beban pada periode berjalan. Artinya, biaya tersebut langsung mengurangi laba perusahaan pada tahun itu juga.
Jika metode ini digunakan, maka laba perusahaan pada tahun tersebut menjadi lebih kecil karena seluruh biaya langsung dicatat sebagai pengurang pendapatan.












