RUANGBICARA.co.id – Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan publik internasional setelah pemerintah Amerika Serikat membuka dokumen rahasia terkait kasusnya ke publik. Epstein disebut-sebut sebagai figur sentral yang menyimpan “kartu truf” berupa informasi sensitif sejumlah tokoh elite dan konglomerat dunia, mulai dari Bill Gates, Donald Trump, hingga Elon Musk.
Epstein sebelumnya telah menggemparkan Amerika Serikat pada 2019 setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kejahatan seksual dan pedofilia. Namun, proses hukum tersebut tidak pernah tuntas lantaran Epstein ditemukan meninggal dunia di dalam sel penjara. Hingga kini, kematiannya masih memicu berbagai spekulasi dan teori konspirasi di tengah publik.
BACA JUGA: BEI Siapkan Sanksi Tegas bagi Emiten yang Tak Penuhi Free Float 15%
Isu lama tersebut kembali mencuat setelah Parlemen Amerika Serikat mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) pembukaan file Epstein. Keputusan itu membuat pemerintah AS membuka dokumen penyelidikan Epstein ke publik. Presiden Amerika Serikat kala itu, Donald Trump, disebut terpaksa menandatangani RUU tersebut setelah mendapat tekanan politik dari parlemen.
Dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files resmi dibuka ke publik sejak 19 Desember 2025. Data tersebut mengejutkan publik karena memuat jutaan halaman dokumen penyelidikan, termasuk foto dan catatan pertemuan Epstein dengan sejumlah tokoh kaya dan berpengaruh dunia. Total terdapat sekitar 3 juta halaman dokumen FBI yang berasal dari arsip penyelidikan sejak 2013.
Dalam dokumen tersebut, sejumlah nama besar disebut pernah berada di pulau pribadi Epstein, yang selama ini dikaitkan dengan dugaan pesta seks menyimpang. Beberapa foto memperlihatkan para konglomerat berpose bersama perempuan muda, meskipun ada pula yang hanya terlihat berfoto dengan Epstein tanpa indikasi aktivitas ilegal.
Meski demikian, sejumlah tokoh yang namanya tercantum dalam dokumen tersebut membantah keterlibatan. Donald Trump, Bill Gates, hingga tokoh lainnya menegaskan tidak memiliki hubungan dekat dengan Epstein, walaupun mengakui pernah bertemu dalam konteks tertentu.
Dikutip dari laporan Business Insider, juru bicara Bill Gates menyampaikan bantahan keras atas dugaan kedekatan dengan Jeffrey Epstein. Gates disebut hanya pernah menghadiri beberapa jamuan makan malam dengan Epstein atas dasar filantropi dan kini mengaku menyesali pertemuan tersebut.











