2. Perilaku Agresif
Sebaliknya, sebagian anak menunjukkan agresi terhadap saudaranya, seperti:
-
Memukul atau menendang
-
Mencakar atau meludah
-
Menghina atau menyalahkan adik secara verbal
Jika konflik semakin intens, dampaknya dapat memicu rasa rendah diri, kecemasan, bahkan masalah emosional di masa depan.
Peran Penting Orang Tua
Pola asuh orang tua memiliki peran penting dalam mencegah dan mengatasi sibling rivalry. Orang tua dianjurkan untuk:
-
Tidak membanding-bandingkan anak
-
Memberikan perhatian yang seimbang
-
Menghargai perasaan setiap anak
-
Mengajarkan empati kepada kakak terhadap adiknya
-
Meluangkan waktu khusus bersama masing-masing anak
Selain itu, orang tua juga sebaiknya menciptakan suasana keluarga yang suportif agar anak-anak dapat belajar menyelesaikan konflik dengan baik.
Sibling Rivalry Tidak Selalu Buruk
Meski sering dianggap negatif, sibling rivalry sebenarnya juga dapat memberikan dampak positif jika terjadi dalam batas wajar. Anak dapat belajar:
-
Mengendalikan emosi
-
Menyelesaikan konflik
-
Memahami perasaan orang lain
-
Belajar meminta maaf dan bekerja sama
Namun jika konflik sudah melibatkan perilaku agresif berlebihan seperti menyakiti secara fisik atau menghina secara terus-menerus, maka diperlukan bantuan tenaga profesional seperti psikolog atau dokter anak.
BACA JUGA:Â Waktu Buka Puasa Jakarta Barat Hari Ini Kamis 5 Maret 2026, Lengkap Jadwal Imsakiyah
Kasus penemuan bayi di Pasar Minggu ini menjadi pengingat bahwa dinamika dalam keluarga, termasuk hubungan antar saudara, memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu, pemahaman orang tua terhadap fenomena sibling rivalry menjadi hal penting agar hubungan antar anak tetap sehat dan harmonis.







