Sarageni, sebuah nama Desa yang kerap terdengar di wilayah Lebak Tengah, tepatnya di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak. Bagi mereka yang sering beraktivitas ke arah selatan Lebak, pastilah familiar dengan namanya.
Di masa Kolonial, jalur ini menjadi jalan yang vital bagi Belanda dan Jepang. Mereka menggunakannya untuk berpindah atau menuju daerah Cileles atau Parung Kujang. Maka tak heran jika kisah asal-usulnya tak terlepas dari periode tersebut. Namun, bagaimanakah kisah sebenarnya dari Sarageni?
Pertempuran di Bumi Sarageni
Dikutip dari berbagai sumber, kisah ini bermula pada masa penjajahan Belanda yang kejam, mereka berambisi menguasai lahan pertanian yang luas. Mereka menanam padi, sayuran, dan tanaman lainnya untuk mendapatkan keuntungan besar. Namun, kehadirannya membawa gejolak. Pertempuran sengit pun terjadi antara pasukan Belanda dan rakyat setempat.
Di bawah penjajahan Belanda, penduduk setempat menderita. Mereka diperlakukan dengan kejam, dijadikan budak, dan dipaksa bekerja. Namun, ada yang memberontak. Seorang pemberani menantang kekuasaan Belanda dengan membunuh salah satu dari mereka.
Baca juga:Â Saat Bung Karno Didebat Tan Malaka di Bayah
Legenda Ki Ismail
Penduduk dikejutkan oleh keberanian pahlawan tak dikenal itu. Namun, Belanda tidak tinggal diam. Mereka mencari siapa pelakunya. Namun, sosok pemberani itu, Ki Ismail, tetap menjadi misteri.






